Menikmati'pelangi'di Jembatan Antapani Bandung

2019
05/21
09:10

威尼斯平台登录/ 国际/ Menikmati'pelangi'di Jembatan Antapani Bandung

发布时间:2017年1月31日上午8:31
2017年2月1日下午3:53更新

BANDUNG,印度尼西亚 - Jembatan layang Antapani di Kota Bandung baru diresmikan pada Selasa pekan lalu,namun kehadirannya sudah menyedot perhatian warga。

Maklum jembatan yang membelah persimpangan Jalan Jakarta -Ibrahim Ajie Kota Bandung ini dihiasi lukisan abstrak karya John Martono,seniman asal Bandung,yang ciamik

Selain itu,gradasi warna yang menghiasi tiga terowongan jembatan ini juga membuat Jembatan Layang Antapani semakin memikat。

Farida Andriani,warga Antapani,mengaku takjub dengan jembatan tersebut。 Menurutnya,perpaduan seni壁画dan mozaik keramik itu memiliki nilai artistik yang tinggi。

“Artistiknya keren banget。 Muralnya enak dilihat,“ujar karyawati di sebuah perusahaan swasta itu。 Ia sangat setuju jika jalan layang itu menjadi ikon baru Kota Bandung。

Lukisan pada Jembatan Layang Antapani memang bukan sekedar壁画。 Pelukisnya,John Martono,melakukan survei dalam sebulan terakhir untuk mencari ide lukisan dan warna-wana yang tepat。

Pelukis yang dalam 15 tahun terakhir menenggelamkan diri dalam lukisan abstrak ini ingin menghadirkan kegembiraan dalam lukisannya。 Untuk itu,pemilihan warna dilakukan dengan menimbang efek psikologis warna。

“(Jembatan)ini kan fasilitas publik,siapapun yang lewat situ yang pasti merasa senang,tidak boleh takut,”ungkap John saat dihubungi Rappler,Jumat 27 Januari 2017。

Satu dari tiga terowongan Jembatan layang Pelangi Antapani yang dihiasi gradasi warna biru。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Satu dari tiga terowongan Jembatan layang Pelangi Antapani yang dihiasi gradasi warna biru。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Sebab itu,John lebih memilih melukis abstrak dengan pola menyerupai peta,dibanding melukis dengan gaya realis ataupun naturalis。 Gaya abstrak juga lebih memberikan kebebasan kepada masyarakat dalam mengintrepretasikan karyanya itu。

“Saya cek dari社交媒体,semua gembira。丹masyarakat mempersepsikan berbagai sudut dalam artiannya masing masing.Saya temukan hampir seribu foto lebih,semuanya happy.Tapi ada juga yang sedang patah hati,foto di sana,”katanya。

John mengungkapkan ide menghias jembatan layang datang dari Walikota Bandung Ridwan Kamil。 Ia merasa bersyukur memiliki walikota seperti Ridwan Kamil sehingga karyanya bisa dinikmati masyarakat。

“Karena模型walikotanya seperti Kang Emil,kalau walikotanya lain mungkin tidak akan terjadi,”kata seniman yang juga melukis di Taman Cikapundung dan Ruang Tunggu Bandara Husein Sastranegara Bandung。

John membutuhkan waktu dua bulan setengah untuk melukis Jembatan Layang Antapani。 Sementara dari segi dana,karyanya itu menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar。 Dana ini termasuk untuk pembelian keramik sebanyak 2 ribu meter persegi。

“Ini menjadi karya termahal dan terbesar saya,”ujar lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB yang mengaku puas dengan hasil karyanya itu。

Selain menjadi icon baru bagi Kota Bandung,Jembatan Antapani juga menjadi pengurai kemacetan yang rutin terjadi di jalur tersebut。

Salah seorang pengguna jalan,Viky Edya Martina merasa senang sebab waktu tempuh ke tempat kerjanya menjadi lebih singkat,dari dua jam menjadi satu jam。

“Kalau menurut saya sih lumayan berpengaruh karena jalur Timur Ujung Berung-Cicaheum jadi lebih lengang dari biasanya,”kata warga Pasir Impun itu。

Mengurai kemacetan di sekitar Antapani dan Jalan雅加达memang menjadi tujuan utama dibangunnya jembatan yang menghabiskan dana hingga Rp 35 miliar tersebut。

Inovasi Overpass Pelangi Antapani

Selain unik,Jembatan Antapani juga dibangun dengan inovasi teknologi terbaru,yakni Corrugated Mortarbusa Pusjatan(CMP)。 Ini pertamakalinya teknlogi CMP digunakan di Indonesia。

Teknologi tersebut dikembangkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan(Pusjatan)Balitbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR)。

Dengan teknologi ini,masa kontruksi yang biasanya memakan waktu hingga 12 bulan bisa dipangkas menjadi 6 bulan。 Selain itu teknologi ini juga memiliki bentangan konstruksi jembatan yang panjang dan lengkungannya mencapai 36米,sehingga mampu menampung hingga 8 lajur kendaraan。

Kelebihan lainnya adalah biaya pembangunan flyover sepanjang 440米itu bisa dipangkas hingga 65 persen。“Dengan panjang yang sama,flyover ini harganya 100 miliar,ini kurang lebih hanya 30 miliar,”ujar Ridwan Kamil,kepada wartawan saat peresmian Jembatan Pelangi Antapani,Selasa 24 januari 2017。

Ridwan optimis dengan biaya sehemat itu pembangunan infrastruktur di Kota Bandung akan lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya。

Walikota yang akrab dipanggil Kang Emil mengatakan pembangunan Jembatan Antapani akan menjadi proyek percontohan pembangunan nasional。 “Atas nama warga Bandung kami berterima kasih atas inovasi yang dihadirkan,”ucapnya。

Apresiasi yag sama juga disampaikan Wakil Pesiden Jusuf Kalla。 Ikut datang meresmikan jembatan pada Selasa pekan lalu,Kalla berharap daerah lain bisa memanfaatkan teknologi CMP karena pengerjaannya lebih cepat dan murah。

“Ini lebih murah dan lebih cepat karena itu kita pilih.Dengan begitu teknologi ini bisa digunakan di jembatan lainnya yang akan kita bangun,”kata Jusuf Kalla。

Wapres menyatakan setuju jembatan tersebut diberi nama Jembatan Pelangi Antapani,seperti yang diusulkan Ridwan Kamil。“Saya setuju namanya pelangi。 Kasih lampu pelangi kalau malam,“sarannya。

Seremoni peresmian tersebut menandakan Jembatan Pelangi Antapani sudah bisa dilalui kendaraan umum,setelah melalui serangkaian tes uji coba lalulintas dan konstruksi。

Sementara Plh。 Gubernur Jabar Deddy Mizwar menilai Jembatan Pelangi Antapani sebagai salah satu jembatan tercantik di Indonesia。 Ia berharap kehadiran jembatan ini bisa semakin mendongkrak perekonomian Bandung dan Jakarta。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。