Korupsi dana jalan,KPK geledah Dinas PU Papua

2019
05/21
09:07

威尼斯平台登录/ 国际/ Korupsi dana jalan,KPK geledah Dinas PU Papua

2017年2月2日上午10:20发布
更新时间:2017年2月2日上午10:20

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan),Laode M Syarif(tengah)dan jubir KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan(OTT)di Gedung KPK,Jakarta,Kamis(26/1)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan(kanan),Laode M Syarif(tengah)dan jubir KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers terkait operasi tangkap tangan(OTT)di Gedung KPK,Jakarta,Kamis(26/1)。 Foto oleh Wahyu Putro / ANTARA

印度尼西亚雅加达 - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)Febri Diansyah mengatakan saat ini beberapa penyidik KPK masih melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi di Papua。

Penggeledahan ini terkait dengan dugaan korupsi pengadaan ruas jalan Kemiri-Depapre di Kabupaten Jayapura,Papua,yang diduga melibatkan sejumlah pejabat di Dinas Pekerjaan Umum Papua。

“Penggeledahan dilakukan jika tempat tersebut diduga terdapat bukti-bukti yang relevan dengan perkara yang diusut,”kata Febri Diansyah kepada,Kamis 2 Februari 2017。

Beberapa tempat yang saat ini sedang digeledah yakni ruang Layanan Pengadaan Secara Elektronik(LPSE)dan Unit Layanan Pengadaan(ULP)yang terletak pada lantai tiga kantor gubernuran。

Sehari sebelumnya,penyidik juga melakukan penggeledahan di rumah Kepala Dinas PU Papua Maikel Kambuaya dan kantor Dinas PU Papua。 Penggeledahan ini dibenarkan oleh Maikel Kambuaya。 “Bukan hanya kantor,kediaman saya juga lebih dulu digeledah,berbagai dokumen disita,”kata Maikel Kambuaya。

Menurut Maikel,KPK melakukan penggeledahan terkait proyek pembangunan ruas Jalan Kemiri-Depapre Kabupaten Jayapura senilai Rp 80 milliar pada tahun 2015.“Proyek itu saat ini masih dalam proses pengerjaan,bukan fiktif,”katanya。

Dari informasi yang berhasil dihimpun,proyek pembangunan jalan itu berasal dari dana Silpa APBD Papua tahun 2015.Kontrak pengerjaan melibatkan pihak swasta。 Dalam jangka waktu 3 bulan,anggaran pembangunan sebesar Rp 80 miliar diduga telah dicairkan,sementara pembangunan jalan belum usai。

蒂姆审计lantas menemukan kejanggalan:hanya dalam tempo 3 bulan dana Rp 80 miliar bisa terserap。 Bareskrim Polri lantas melakukan penyelidikan,namun tidak menemui hasil。 Akhirnya KPK turun tangan。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。