Kasus penyadapan:Mabes Polri cermati permintaan SBY

2019
05/21
14:09

威尼斯平台登录/ 国际/ Kasus penyadapan:Mabes Polri cermati permintaan SBY

2017年2月2日下午1:44发布
2017年2月2日下午1:46更新

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers soal dugaan penyadapan percakapan telepon dirinya dengan Ketum MUI KH Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi,Jakarta,Rabu(1/2)。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers soal dugaan penyadapan percakapan telepon dirinya dengan Ketum MUI KH Ma'ruf Amin di Wisma Proklamasi,Jakarta,Rabu(1/2)。 Foto oleh Widodo S. Jusuf / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kadiv Humas Polri Irjen男孩Rafli mengatakan pihaknya tidak ingin gegabah dalam menyikapi polemik yang terjadi antara mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono(SBY)dengan Tim Kuasa Hukum Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dalam kasus penyadapan。

“Segala sesuatu informasi yang berkembang di antara pihak-pihak yang jadi perhatian publik,Polri patut mencermati hal-hal seperti ini,”kata Boy di Mabes Polri,Kebayoran Baru,Jakarta Selatan,Kamis 2 Februari 2017。

Polemik penyadapan bermula dari sidang dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama yang digelar di Kementerian Pertanian pada Selasa,31 Januari。

Saat itu sidang menghadirkan Ketua MUI Ma'ruf Amin untuk dimintai keterangan mengenai proses keluarnya pernyataan keagamaan MUI yang menyatakan pidato Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 di Pulau Pramuka menista agama。

Dalam persidangan,Tim Kuasa Hukum Ahok menanyakan soal pertemuan Ma'ruf dengan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di kantor PBNU pada Oktober lalu。

Tak hanya itu,mereka juga menyinggung soal telepon dari mantan Presiden SBY kepada Ma'ruf Amin yang diduga meminta supaya Agus-Sylvi diterima dan sekaligus menerbitan fatwa tentang Ahok。

Saat Ma'ruf membantah tudingan tersebut,Tim Kuasa Hukum Ahok kemudian mengatakan kalau mereka memegang bukti percakapan telepon SBY dan Ma'ruf。 Percakapan telepon inilah yang membuat SBY berang。

Dalam konferensi pers yang digelar kemarin,SBY menuing ada pihak yang telah menyadap teleponnya。 Ia pun meminta kepada penegak hukum untuk mengusut kasus ini hingga tuntas。

Namun Boy mengatakan pihaknya masih memantau polemik ini dan belum berencana mengambil tindakan。 Sebab klaim kuasa hukum Ahok bahwa mereka memiliki bukti percakapan telepon juga belum bisa dibuktikan。

“Informasi itu substansinya belum tentu benar,harus dicek dulu。 Kami juga hormati apa yang berkembang dalam proses peradilan,“kata Boy。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。