Kuasa hukum berjanji Rizieq Shihab tak kerahkan massa saat datangi Polda Jabar

2019
05/21
08:04

威尼斯平台登录/ 国际/ Kuasa hukum berjanji Rizieq Shihab tak kerahkan massa saat datangi Polda Jabar

发布时间:2017年2月5日上午3:35
更新时间:2017年2月5日上午4:43

DIPERIKSA。 Pimpinan Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab akan diperiksa perdana dengan status tersangka penodaan Pancasila dan Soekarno pada Selasa,7 Februari。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

DIPERIKSA。 Pimpinan Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab akan diperiksa perdana dengan status tersangka penodaan Pancasila dan Soekarno pada Selasa,7 Februari。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

BANDUNG,印度尼西亚 - Kepolisian Daerah Jawa Barat dijadwalkan memeriksa pimpinan Front Pembela Islam(FPI),Rizieq Shihab pada Selasa,7 Februari terkait kasus penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik Soekarno。 Kuasa hukum Rizieq dari Bantuan Hukum Front(BHF),Ki Agus M. Choiri memastikan kliennya akan hadir jika dipanggil asal menerima surat pemanggilan dari Polda Jabar。

Hingga saat ini,pihaknya belum menerima surat panggilan itu。

“Sampai jam 11 siang hari Sabtu,kami belum terima,”ujar Choiri ketika dihubungi Rappler pada Sabtu,4 Februari。

Dia juga berjanji jika kliennya datang ke Polda Jabar maka tidak akan ada pengerahan massa。 Walaupun begitu,akan ada pengamanan内部杨dikerahkan untuk mengawal Rizieq。

“Tidak ada pengerahan massa,hanya pengamanan内部。 Tapi,kita umumkan juga ke publik kalau misalnya akan hadir,“tutur dia。 (BACA: )

Seandainya ada massa FPI yang berunjuk rasa saat dilakukan pemeriksaan,dia menyebut hal itu di luar kehendak kliennya。 Dia menyebut Rizieq hanya ingin didampingi kuasa hukum dan beberapa staf saja。

Sebelumnya,Ketua Aliansi Pergerakan Islam(API)Jabar,Asep Syarifudin mengatakan pengerahan massa akan terjadi dengan sendirinya karena masyarakat menilai telah terjadi tindak kriminalisasi terhadap Rizieq。

“Kalau misalnya dia diperlakukan seperti ini,saya kira,rakyat dan umat akan bergerak,”ujar Asep pada Senin,30 Januari。

Kapolda Jabar,Irjen Pol。 Anton Charliyan sudah mengimbau Rizieq agar tidak membawa massa saat menjalani pemeriksaan di kantor polisi。 Himbauan yang sama juga disampaikan untuk ormas lainnya。 Menurut Anton,pengerahan massa akan berdampak terganggunya ketertiban masyarakat。

Tetapi,Anton akan mengantisipasi seandainya memang terjadi pengerahan massa。 Sebab,secara tidak langsung itu merupakan bentuk intimidasi dan teror。

“Dalam kondisi terburuk双关语,kami siapkan pengamanan,karena ini sudah menjadi,商标mereka(FPI),ke mana-mana bawa massa。 Ini kan bentuk intimidasi,teror secara tidak langsung,“ujar Anton kepada media di kantor Mapolda Jabar pada Sabtu,4 Februari。

Sudah serahkan surat

Anton membantah belum melayangkan surat pemanggilan terhadap FPI。 Surat itu sudah dikirimkan sejak dua hari yang lalu dan diperkirakan diterima Rizieq Sabtu kemarin。

Hal itu bisa dibuktikan dengan surat tanda terima,kecuali Rizieq tidak mau menanda tangani surat itu。 Absen di pemanggilan pertama pun masih bisa ditoleransi。

“Ya enggak apa-apa,kan punya kesempatan untuk tidak hadir juga。 Bagi saya,enggak masalah。 Ya,nanti tinggal surat pemanggilan kedua disertai surat panggilannya membawa(paksa tersangka)。 Kan hukum dilaksanakan saja,kenapa harus repot,“katanya。

Mahasiswa dukung Rizieq diproses

对话。 Kapolda Jawa Barat,Anton Charliyan(di tengah dan kedua dari kiri di depan)menerima puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Satu Bangsa(AMSB)di kantor pada Sabtu,4 Februari。 Mereka mendukung langkah Polda Jabar untuk memeriksa Rizieq Shihab。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

对话。 Kapolda Jawa Barat,Anton Charliyan(di tengah dan kedua dari kiri di depan)menerima puluhan mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Satu Bangsa(AMSB)di kantor pada Sabtu,4 Februari。 Mereka mendukung langkah Polda Jabar untuk memeriksa Rizieq Shihab。 Foto oleh Yuli Saputra / Rappler

Di sisi lain,puluhan mahasiswa dari 16 elemen dari berbagai perguruan tinggi memberikan dukungan mereka kepada Kapolda Jabar,Anton Charliyan untuk menuntaskan proses hukum terhadap Rizieq。 Kelompok mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Satu Bangsa(AMSB)meminta Polda Jabar untuk bersikap tegas kepada anggota masyarakat yang melanggar hukum untuk menjaga Jabar tetap kondusif。

“Ada beberapa hal yang saya kira dari unsur ataupun elemen mahasiswa,merasa miris dengan kondisi situasi bangsa hari ini,terlebih dengan terjadinya kasus yang menimpa dan lokalitasnya ada di Jabar,”ujar perwakilan AMSB,Ibnu Mahub yang juga Ketua Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia(PMII )Cabang Kota Bandung,kepada wartawan di Mapolda Jabar,Sabtu。

Selain dua tuntutan,Ibnu menyebut masih ada beberapa poin permintaan lainnya。 Salah satunya menginginkan pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bertentangan dengan Pancasila。

“Situasi NKRI sekarang mendekati kondisi darurat kebangsaan,di mana banyak sekali oknum kelompok masyarakat yang mencoba mengarahkan bangsa ini menuju perpecahan,tidak menghargai perbedaan yang mencoba menyempitkan makna dari hidup berbangsa dan bernegara dalam bingkai Pancasila,”katanya。 - Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。