Sekelumit cerita di balik kampanye Ahok-Djarot

2019
05/21
02:10

威尼斯平台登录/ 国际/ Sekelumit cerita di balik kampanye Ahok-Djarot

发布时间2017年2月5日下午3点43分
更新时间2017年2月5日下午3:44

Cagub DKI雅加达petahana Ahok menyalami warga saat berkunjung ke Kepulauan Seribu,pada 30 Januari 2017. Foto oleh Dany F / Antara

Cagub DKI雅加达petahana Ahok menyalami warga saat berkunjung ke Kepulauan Seribu,pada 30 Januari 2017. Foto oleh Dany F / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Perjalanan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta,Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat,tidak dapat dikatakan mudah。 Berbagai halangan harus mereka hadapi,mulai dari isu penistaan​​ agama hingga penolakan kampanye di beberapa daerah di ibu kota。

Sejak awal,kampanye pasangan petahana memang menggunakan metode blusukan。 “Kita akan ke pelosok-pelosok ya.Nanti bagi dua,antara saya dan Pak Ahok,”kata Djarot pada Oktober 2016 lalu,ketika memulai masa kampanye。

Untuk proses penentuan daerah kunjungan,menurutnya,tim pemenangan yang akan menentukan。 Ahok dan Djarot pada awalnya berniat tidak berencana membuat acara meriah,seperti panggung hiburan musk dan lain-lain。 Acara tersebut dikhawatirkan mengganggu ketenangan dan justru menimbulkan kemacetan。

Namun dengan dukungan sejumlah musisi ternama dan beberapa tokoh,kampanye pasangan nomor urut 2 ini akhirnya menggelar pagelaran musik bertajuk#KonserGue2 di kawasan Senayan,Jakarta Selatan,pada Sabtu,Februari。

Dimotori partai pengusung

SILATURAHMI AHOK。 Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan keterangan pada media di Rumah Lembang。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler。

SILATURAHMI AHOK。 Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan keterangan pada media di Rumah Lembang。 Foto oleh Ursula Florene / Rappler。

Adapun kampanye Ahok-Djarot dimotori oleh pengurus 4 partai pengusung-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan(PDIP),Partai Golkar,Partai Nasional Demokrat(Nasdem),dan Partai Hati Nurani Rakyat(Hanura)。

Prasetyo Edi Marsudi dari PDIP menjabat sebagai ketua,bersama sekretaris Ace Hasa Syadzily dari Golkar。 Meski demikian,kedua tokoh ini cenderung irit bicara saat ditanyakan seluk beluk penentuan proses kampanye。

Namun,cara mereka menarik perhatian masyarakat menarik。 Ketika blusukan Ahok mulai tersandung penolakan setelah kasus dugaan penistaan​​ agama ramai dibicarakan,mereka mengubah konsep menjadi pertemuan di Rumah Lembang,Jakarta Pusat。

Tempat tersebut pun didapuk menjadi posko utama tim kampanye Ahok-Djarot。 Setiap warga DKI yang memiliki keluh kesah terhadap permasalahan perkotaan,dapat langsung mampir ke Rumah Lembang yang terletak di kawasan Menteng itu。

Didukung figur publik

Warga dapat bertemu dan curhat kepada Ahok tentang apa saja,dari pukul 8 hingga 10 pagi。 Acara di tempat ini juga diselingi kunjungan dari para artis yang menyatakan dukungan untuk pasangan petahana。

Mulai dari Luna Maya,Aura Kasih,hingga Sophia Latjuba pernah mendatangi Rumah Lembang。

Wajah-wajah populer lainnya juga dapat ditemui setiap acara penting terkait pemilu yang melibatkan Ahok-Djarot。

Misalnya,saat pengundian nomor urut di gedung Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD)DKI雅加达。 Di barisan pendukung Ahok tampak wajah musisi Addie MS dan aktris Titi Rajo Bintang,yang juga mengenakan baju kotak-kotak ygan merupakan kostum wajib pendukung nomor 2。

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat(kanan)menyapa warga saat melakukan“blusukan”di kawasan Karanganyar,Jakarta,Senin(14/11)。 Foto oleh Hafidz MubarakdANTARA

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat(kanan)menyapa warga saat melakukan“blusukan”di kawasan Karanganyar,Jakarta,Senin(14/11)。 Foto oleh Hafidz MubarakdANTARA

Saat debat cagub-cawagub pun,tampak鼓手乐队Slank,Bimbim; mantan vokalis Dewa,Once Mekhel; dan sutradara Jay Subiakto。

“Kami diundang timses,”kata Bimbim saat ditanyakan perihal kedatangannya。

Rencana cadangan

Setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan​​ agama pun,tim sukses mengatakan,tidak terlalu ambil pusing。 Menurut Djarot,para pengatur strategginya sudah memiliki rencana cadangan。

“Titik beratnya adalah konsolidasi tim kampanye serta partai pendukung.Kami merumuskan pola kampanye ke depan setelah Pak Ahok ditetapkan sebagai tersangka,”kata Djarot。

Salah satu taktiknya adalah lewat gencarnya kunjungan terhadap warga。 Bahkan mereka tak segan mengunjungi Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu,yang merupakan tempat berlangsungnya pidato Ahok yang membuatnya terjerumus dakwaan dugaan penistaan​​ agama。

Apakah strategi Ahok-Djarot yang digarap oleh tim suksesnya mampu membawa kemenangan dalam Pilkada DKI? Jawabannya akan diketahui pada 15 Februari。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。