Edarkan tembakau gorila,dua pemuda dibekuk polisi

2019
05/21
13:11

威尼斯平台登录/ 国际/ Edarkan tembakau gorila,dua pemuda dibekuk polisi

2017年2月8日下午6:39发布
2017年2月8日下午6:42更新

Tembakau sintetis yang diamankan Polda Jawa Tengah。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

Tembakau sintetis yang diamankan Polda Jawa Tengah。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Dua pemuda tanggung ditangkap aparat Kepolisian setelah kepergok mengedarkan tembakau gorila di sebuah kafe di Jalan Kartini Raya,Semarang,Jawa Tengah。

Kedua pemuda tersebut bernama Dimas Tri Wibisono dan Zaenuddin。 Dimas ditangkap di Caffe Gossip and Bar pada 4 Februari sementara Zaenuddin ditangkap di rumahnya di Grobogan sehari kemudian。

Saat ditangkap,polisi menemukan 18 linting tembakau sintetis dari tangan Dimas。 Sementara dari Zaenuddin,polisi mengamankan satu kaleng berisi tembakau sintetis。 Satu linting tembakau dihargai Rp 50 ribu。

Dimas mengatakan dirinya mulai menjual tembakau gorila setelah menjadi pengguna tembakau tersebut dalam dua pekan terakhir。 Ia mendapatkan tembakau gorila dengan cara membelinya lewat media sosial。

“Dia biasa mencampur daun tembakau gorila pada lintingan rokok kretek。Para pelanggannya suka memesan dengan cara seperti itu,”kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Krisno H Siregar,Rabu 8 Februari 2017。

Krisno mengatakan Dimas dan Zaenuddin bisa menghabiskan hingga Rp 560 ribu untuk memesan tembakau gorila dari seorang bandar berinisial Mr X. Kini bandar tersebut tengah diburu polisi。

Perburuan terhadap先生X dilakukan untuk mengungkap jaringan peredaran tembakau gorila di Indonesia。 “Kami berharap pelaku lainnya bisa segera ditangkap agar tahu otak di balik peredaran narkoba yang satu ini,”kata Krisno。

Komisaris Besar Catur Budiono menduga daun-daun tembakau gorila tersebut diedarkan melalui jasa ekspedisi darat。 Maraknya peredaran tembakau gorila juga disebabkan karena masyarakat belum ngeh jika tembakau jenis ini masuk kategori narkotika。

Padahal Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menetapkan tembakau gorila sebagai barang narkotika golongan I yang mampu merusak organ dalam manusia。

“Kami akan memperkuat kerjasama dengan Asosiasi Jasa Ekspedisi Indonesia(Asperindo)untuk mencegah peredaran narkoba tembakau gorila di seluruh Indonesia,”tutur Catur。

Untuk para pengedar tembakau gorila,Catur melanjutkan,bisa dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun dan denda hingga Rp 800 juta。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。