Aksi 11 Februari diubah dari gerak jalan menjadi tausiyah di Masjid Istiqlal

2019
05/21
05:16

威尼斯平台登录/ 国际/ Aksi 11 Februari diubah dari gerak jalan menjadi tausiyah di Masjid Istiqlal

2017年2月9日下午3:17发布
2017年2月9日下午3点20分更新

AKSI达美。 Massa umat Islam yang memadati area di dekat Monumen Nasional pada tanggal 2 2016年2月lalu。 Foto oleh Zachary Lee / Rappler

AKSI达美。 Massa umat Islam yang memadati area di dekat Monumen Nasional pada tanggal 2 2016年2月lalu。 Foto oleh Zachary Lee / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Panitia aksi 11 Februari mengubah格式kegiatan yang semula gerak jalan dari Monumen Nasional(Monas)menuju ke Bunderan Hotel Indonesia(HI)menjadi ceramah di Masjid Istiqlal。 Hal itu diputuskan oleh para pemimpin ormas yang tergabung dalam论坛Umat Islam(FUI)usai berembuk di kalangan内部mereka。

Perubahan格式kegiatan karena di hari yang sama akan ada dua pasangan calon gubernur yang menggelar kampanye akbar。 Dua paslon itu yakni Agus Harimurti-Sylviani Murni dan Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat。

Dengan mengklaim demi menjaga keselamatan peserta aksi 112 dari berbagai provokasi,maka acara dipusatkan di masjid tersebut。

“Oleh karena itu,kepada seluruh umat Islam wabil khususnya alumni 212,diminta tidak ragu-ragu atau khawatir datang ke lokasi Aksi 212 di Jakarta,”ujar FUI sambil menyebut tidak ada pembatalan aksi 11 Februari melalui mereka pada Kamis,9 Februari。

Di dalam Masjid Istiqlal,akan digelar dzikir dan tausiyah nasional dengan tema“Penerapan Surat Al-Maaidah 51:Wajib Pilih Pemimpin Muslim&Haram Pilih Pemimpin Kafir”。 Mereka turut menjelaskan tujuan dari digelarnya aksi 11 Februari yakni:

  • menolak penodaan Al-Qur'an
  • menolak kriminalisasi Ulama
  • menolak penghinaan terhadap Ulama
  • menjaga pilkada yang jujur dan adil
  • wajib memilih Gubernur穆斯林

FUI mngaku sudah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Masjid Istiqlal mengenai kegiatan mereka。

“Kami juga menyerukan kepada para peserta aksi 11 Februari untuk ikut menjaga keamanan dan ketertiban lokasi aksi di Masjid Istqlal dan sekitarnya,”kata mereka。

Sebelumnya,Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin dilakukan aksi 11 Februari。 Hal itu demi menjaga kondisi yang kondusif jelang memasuki minggu tenang sebelum digelarnya Pilkada di DKI dan 100 area lainnya。

Kabid Humas Polda Metro Jaya,Argo Yuwono mengaku memang sudah menerima surat pemberitahuan dari FUI mengenai kegiatan itu。 Tetapi polisi tidak memberikan Surat Tanda Terima Pemberitahuan(STTP)。

“Kami tidak berikan STTP。 Jadi,itu(aksi 112)tidak kami izinkan,“ujar Argo di kantor Mapolda Metro Jaya pada Selasa kemarin。 - Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。