Kapolri mensinyalir ada pendompleng dalam aksi 11 Februari

2019
05/21
10:16

威尼斯平台登录/ 国际/ Kapolri mensinyalir ada pendompleng dalam aksi 11 Februari

2017年2月10日下午2:19发布
2017年2月10日下午2:19更新

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian(tengah,depan)berbincang dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang KH Maimun Zubair(kanan,depan)dan ulama asal Pekalongan Habib Muhammad Lutfi(kiri,depan)saat menghadiri silaturahmi bersama TNI-Polri dan ulama se- Jateng di Semarang,Jawa Tengah,Jumat(3/2)malam。 Foto oleh R Rekotomo / ANTARA

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian(tengah,depan)berbincang dengan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Rembang KH Maimun Zubair(kanan,depan)dan ulama asal Pekalongan Habib Muhammad Lutfi(kiri,depan)saat menghadiri silaturahmi bersama TNI-Polri dan ulama se- Jateng di Semarang,Jawa Tengah,Jumat(3/2)malam。 Foto oleh R Rekotomo / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mensinyalir ada kelompok tertentu yang ingin mendompleng acara tausiyah di Masjid Istiqlal yang akan digelar Sabtu,11 Februari 2017。

“Kami sudah tahu unsurnya dari mana。 Memang dimobilisasi untuk itu。 Kami sudah ingatkan kalau mau ibadah silakan beribadah tapi jangan akal-akalan mau tumpah ke jalanan,“kata Tito dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya,Jumat 10 Februari 2017。

Acara tausiyah di Masjid Istiqlal digelar oleh Forum Umat Islam(FUI)。 Semula mereka akan menggelar long march di kawasan Monas,namun Polri melarangnya。 Setelah negosiasi,akhirnya FUI bersedia mengganti acara long march menjadi tausiyah di Masjid Istiqlal。

Meski begitu,Tito melanjutkan,pihak intelijen memberitahunya ada kelompok yang tetap akan menggelar long march。 Ia mengingatkan kelompok tersebut untuk membatalkan niat mereka。

“Kalau sampai dilaksanakan maka Polri didukung TNI akan menindak tegas。 Tidak ada kegiatan long march jalan kaki,“kata Tito。 Selain itu Tito juga meminta tidak ada mobilisasi massa dari luarJakarta。

Sebab,meski diklaim bukan aksi politik,namun aksi yang digelar FUI nuansa politiknya tetap terasa。 Sebab dua organisasi besar Islam Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sudah menyakan sikap tidak terlibat dalam aksi ini。

Tito juga meminta pihak Masjid Istiqlal untuk tegas menyikapi adanya gerakan massa yang menyampaikan pesan politik untuk mendiskreditkan salah satu kandidat。 Menurut Tito,hal ini merupakan kampanye hitam

“Masih cukup kental aroma polit a dari aksi ini。 Kami melihat bahwa masalah keagamaan sebaiknya tidak dikaitkan dengan masalah politik,“jelasnya。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。