Meski dilarang,umat Islam Jawa Barat tetap ramaikan aksi 112 di Jakarta

2019
05/21
06:08

威尼斯平台登录/ 国际/ Meski dilarang,umat Islam Jawa Barat tetap ramaikan aksi 112 di Jakarta

2017年2月10日晚上11:02发布
2017年2月10日下午11:03更新

Massa Front Pembela Islam(FPI)melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya,Sudirman,Jakarta,Senin(23/1)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

Massa Front Pembela Islam(FPI)melakukan aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya,Sudirman,Jakarta,Senin(23/1)。 Foto oleh Reno Esnir / ANTARA

印度尼西亚 BANDUNG -Kapolda Jawa Barat Irjen Pol。 Anton Charliyan melarang warga Jawa Barat menghadiri aksi 112 di Masjid Istiqlal雅加达,Sabtu 11 Februari 2017.Anton beralasan,situasi dan kondisi di Jakarta sedang dalam suasana politis menjelang Pilgub DKI pada 15 Februari 2017 mendatang。

“Kita sudah menghimbau dan kita sudah melarang,sesuai dengan kebijakan dari atas.Untuk apa(ke Jakarta)?Karena di sana(sedang)kental dengan nuansa politik.Di sini dan di sana juga minggu tenang.Jangan sampai minggu tenang jadi minggu gaduh, “ujar Anton kepada wartawan di Mapolda Jabar,Jumat,2017年2月10日。

Anton menegaskan,polisi akan mencegah massa yang tetap berangkat dengan tujuan mengikuti aksi 112. “Dicegah agar jangan berangkat.Karena kan sudah dilarang ke sana,kecuali kegiatan lain.Tapi kalau kegiatan mau(aksi)ke sana,mau apa?Dan untuk membela siapa ?Kan tidak jelas,“katanya。

Jika tujuannya untuk ibadah,menurut Anton,tidak harus ke Jakarta dan lebih baik di beribadah daerahnya masing-masing。

Meski tahu ada larangan,Gerakan Nasional Pengawal Fatwa(GNPF)MUI Ciamis tetap akan memberangkatkan ratusan hingga ribuan orang yang datang dari berbagai pondok pesantren di Banjar dan Ciamis。 Tidak hanya Kapolda Jabar,Bupati Ciamis turut pula menghimbau warganya agar tidak mengikuti aksi 112。

Ketua GNPF MUI Ciamis,Deden Badrukamal mengatakan,semakin dilarang,semakin banyak massa yang akan menghadiri aksi 112. Deden memperkirakan ada 50 bis yang akan berangkat ke Jakarta。 “Perkiraan massa 50 bis ini karena kami merasa ditekan。Semakin ditekan,massa akan lebih banyak lagi,”kata Deden saat dihubungi,Jumat sore。

Deden mengingatkan aksi jalan kaki 212. Yang terjadi akibat munculnya tekanan dari polisi berupa larangan perusahaan penyedia angkutan bis mengangkut para peserta aksi。 基尼,larangan itu dialami kembali。 Sebelumnya,Deden mengatakan,beberapa Perusahaan Otobus(PO)sudah menyatakan siap mengangkut massa aksi。 Sebanyak 20 bis telah disiapkan。 Namun,pada Jumat siang beberapa di antaranya membatalkan diri。

Walaupun tidak akan melakukan aksi jalan kaki lagi,namun Deden mengatakan,massa akan tetap berangkat ke Jakarta dengan menggunakan alternatif kendaraan lain。 Rencananya,massa akan berangkat setelah Shalat Isya dari Masjid Agung Ciamis,tempat mereka berkumpul saat ini。

“Kita tetap akan berangkat.Kalau bis kurang,kita akan pakai mobil-mobil kecil,”kata Deden。

Selain GNPF MUI,massa Aliansi Pergerakan Islam(API)Jabar juga sedang bersiap-siap berangkat ke Jakarta。 Jumlah massa pun tidak kalah banyak yang diperkirakan mencapai ribuan orang。 “Yang diberangkatkan dari Pusdai(Pusat Dakwah Islam)Jabar antara 10-20 bis,”kata Ketua API Jabar,Asep Syaripudin saat dihubungi,Jumat。

Meski ada larangan,API Jabar tetap akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri aksi yang bertema“Tegakkan Al Maidah 51”itu。 Massa akan berangkat pada pukul 23.30 WIB,Jumat。 Jauh-jauh hari,API Jabar telah membuat selebaran yang mengajak umat Islam hadir dalam aksi tersebut。

Dalam selebaran itu juga muncul ajakan untuk mengawal sidang kasus penistaan​​ Al Quran dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kesepuluh di Kementrian Pertanian Jakarta pada Senin 13 Februari 2017. -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。