Ikuti salat subuh di Masjid Istiqlal,Agus dan Anies duduk di baris yang sama

2019
05/21
03:02

威尼斯平台登录/ 国际/ Ikuti salat subuh di Masjid Istiqlal,Agus dan Anies duduk di baris yang sama

2017年2月11日上午10:13发布
更新时间:2017年2月11日上午10:13

TAUSIYAH。 Paslon dalam Pilkada DKI yakni Anies Baswedan,Agus Harimurti dan Sandiaga Uno terlihat bergandengan tangan di dalam Masjid Istiqlal sambil mendengarkan tausiyah pada Sabtu dini hari,11 Februari。 Foto oleh tim media Anies-Sandi

TAUSIYAH。 Paslon dalam Pilkada DKI yakni Anies Baswedan,Agus Harimurti dan Sandiaga Uno terlihat bergandengan tangan di dalam Masjid Istiqlal sambil mendengarkan tausiyah pada Sabtu dini hari,11 Februari。 Foto oleh tim media Anies-Sandi

雅加达,印度尼西亚 - Warga dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul untuk menunaikan salat subuh berjemaah di Masjid Istiqlal pada Sabtu,11 Februari。 Acara yang diinisiasi oleh论坛Umat Islam(FUI)itu sudah dibantah berulang kali tak ada kaitannya dengan Pilkada 2017 yang akan digelar pada tanggal 15 Februari。

Namun,acara tersebut ternyata diikuti oleh dua pasangan calon dalam Pilkada DKI yakni Agus Harimurti,Anies Baswedan dan Sandiaga Uno。 Ketiganya duduk di baris yang sama dengan Ustad Arifin Ilham。

Keliga paslon itu kompak mengenakan baju koko berwarna putih dan peci hitam。 Anies terlihat duduk di sebelah kanan Sandiaga。 Sedangkan,Agus duduk persis di kanan pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan itu。

Usai menunaikan salat berjemaah,pihak Ta'mir Masjid Istiqlal memperkenalkan sejumlah ulama dan tokoh yang hadir。 Selain ketiga nama tadi yang disebut,Ta'mir juga menyebut nama mantan Ketua MPR,Hidayat Nur Wahid。 Mereka ikut larut dalam doa dan tausiyah yang dipanjatkan beberapa hari sebelum Pilkada digelar。

“Ya,Allah hadirkan lah pemimpin yang soleh untuk Jakarta,”ujar Arifin yang diamini oleh para jemaah。

Sementara,Hidayat mengatakan bersama keluarga akan memilih pemimpin muslim。

“Yang hadir di sini insya Allah,dirinya tidak akan salah pilih。 Dirinya akan memilih pemimpin穆斯林。 Keluarganya juga demikian,begitu pula dengan masyarakat sekitarnya,“ujar Hidayat。

Semula,FUI membuat konsep acara 11 Februari dengan mengerahkan massa turun ke jalan untuk melakukan gerak jalan dari Monumen Nasional menuju ke Bunderan Hotel Indonesia。 Namun,Polda Metro Jaya tidak memberikan izin。

Alasannya,acara itu justru akan memperkeruh suasana di saat jelang masa tenang sebelum Pilkada。 Selain itu,di hari yang sama,ketiga paslon tengah menggunakan hari terakhirnya untuk menggelar kampanye akbar。

Akhirnya,konsep acara diubah dari gerak jalan menjadi tausiyah dan pemberian ceramah di Masjid Istiqlal。 Mereka mengambil tema“Penerapan Surat Al-Maaidah 51:Wajib Pilih Pemimpin Muslim&Haram Pilih Pemimpin Kafir”。 (BACA: )

Bagaimana kegiatan tausiyah itu berjalan,baca laporannya di Rappler。 - Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。