Sidang Ahok kembali digelar,4 saksi ahli dimintai keterangan

2019
05/21
02:17

威尼斯平台登录/ 国际/ Sidang Ahok kembali digelar,4 saksi ahli dimintai keterangan

发布时间:2017年2月13日上午8:51
2017年2月13日下午12:52更新

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan​​ agama di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Selasa(24/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memasuki ruang sidang untuk menjalani sidang lanjutan kasus dugaan penistaan​​ agama di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Selasa(24/1)。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚(更新) - Sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama kembali digelar di Gedung Kementerian Pertanian,Jakarta Selatan,Senin 13 Februari 2017。

Sidang kali ini akan mendengarkan keterangan dari empat saksi ahli,yakni Dr Muhammad Amin Suma yang merupakan ahli agama Islam MUI,ahli hukum pidana Mudzakkir博士(UII)dan H Abdul主席Ramadhan(MUI)serta ahli bahasa印度尼西亚教授Mahyuni。

Namun anggota tim kuasa hukum Ahok I Wayan Sidarta,mengatakan pihaknya akan menolak dua saksi dari Majelis Ulama Indonesia karena mereka dianggap tidak akan netral。 Sebab,MUI dalam pandangan keagamaannya menyatakan pidato Ahok tentang surat Al Maidah menodai agama。

“Filsafat hukum mengatakan ahli yang punya kepentingan tidak mungkin bisa objektif.Karena dia(MUI)yang membuat produk(sikap dan pendapat ulama),dia yang terikat dengan itu,”kata anggota tim kuasa hukum Ahok,I Wayan Sudirta,sebelum sidang di Jakarta ,Senin,2017年2月13日。

Ia juga mengutip Pasal 1 angka 28 KUHP yang menyebutkan,saksi ahli wajib memberikan keahliannya supaya perkara menjadi terang。 Bila berkepentingan,lanjut Wayan,maka ada potensi keterangan yang diberikan justru menjauhkan hakim dari kebenaran materiil kasus。

Sikap ini sudah diputuskan lewat rapat bersama tim kuasa hukum dan Ahok。 Semuanya mengambil sikap sama untuk bungkam dan tidak bertanya pada saksi yang bersangkutan。“Nanti biarkan hakim yang menilai,keterangan ahli tidak mengikat hakim.Hakim boleh menggunakan menjadi bahan pertimbangan dan mengesampingkan,”kata dia。

Pada sidang sebelumnya,tim kuasa hukum juga menolak keterangan dari Anggota Komisi Fatwa MUI Hamdan Rasyid dengan alasan serupa。

Meski demikian,Humas Pengadilan Negeri雅加达Utara Hasoloan Sianturi mengatakan baru dua saksi yang dikonfirmasi hadir hari ini,Keduanya adalah Muhammad Amin Suma selaku ahli agama Islam dan Mahyuni selaku ahli Bahasa Indonesia。 “Bisa saja nanti ada perubahan,”kata dia

Seperti sidang-sidang sebelumnya,sidang kali ini pun akan digelar mulai pukul 09.00 WIB。 Sidang ini seharusnya digelar Selasa besok,namun majelis hakim memutuskan memajukan jadwal sidang karena alasan waktunya mepet dengan Pilkada Jakarta。

Persidangan ini juga kembali dikawal oleh ratusan aparat Kepolisian。 Mereka sudah berjaga sejak pagi。 Kawat berduri beserta kendaraan taktis juga sudah bersiaga di sekitar Gedung Kementerian Pertanian。

Perdebatan saksi dan majelis hakim

Sidang berjalan sedikit panas saat m ajelis hakim mencecar Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Muhammad Amin Suma selaku ahli agama Islam。

“Sekarang kalau ada yang menyampaikan ayat ini,baik seorang ulama,kyai,ustad,ataupun orang biasa,kalau dia menyampaikan salah satu ayat kepada umat atau masyarakat,apakah ini dapat dikatakan,menurut pandangan Islam,menyampaikan suatu kebenaran?”tanya hakim。

Awalnya。 Amin menjawab belum tentu。 Ia menjelaskan kalau orang dapat menerjemahkan ayat Al-Qur'an salah,apalagi kalau memiliki maksud dan tujuan tertentu。

Tak puas dengan jawaban ini,hakim kembali menajamkan pertanyaannya。 Beberapa kali jawaban Amin terombang-ambing antara'benar'dan'belum tentu benar。'

Kepada majelis,Amin menjelaskan kalau makna sebuah kalimat dapat ditangkap berbeda jika disampaikan secara berbeda oleh seseorang,juga di tempat dan waktu yang berlainan。 Meski demikian,ia menegaskan kalau fokusnya adalah kata'dibohongi pakai surat al-Maidah 51。

“Al-Maidah kan bukan soal dibohongi,”kata Amin。 Meski demikian,ia mengakui kalau secara akademik,setiap ucapan terkait ayat al-Qur'an belum tentu kebenaran。

“Dia belum bisa dikatakan kebenaran karena belum bisa mempertanggungjawabkan,”kata dia。 Namun,orang biasa yang bukan kyai maupun ulama,tetap diperbolehkan menyampaikan ayat al-Qur'an meski kebenarannya belum dapat dipastikan。

Sejak awal,ia sudah menegaskan pada majelis hukum kalau surat al-Maidah 51 bersifat larangan yang mengikat。

Saat diberikan kesempatan berpendapat,baik Ahok maupun tim penasehat hukumnya menolak bertanya。 Mereka menganggap Amin tidak memenuhi kualifikasi sebagai saksi ahli karena berkepentingan sebagai anggota MUI。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。