Ini skenario jika Pilkada DKI dilakukan dua putaran

2019
05/21
11:05

威尼斯平台登录/ 国际/ Ini skenario jika Pilkada DKI dilakukan dua putaran

2017年2月13日下午2点58分发布
2017年2月13日下午2:59更新

FOTO BERSAMA。 Paslon calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI雅加达berfoto bersama dengan版主usai mengikuti debat kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,pada 27 Januari。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / Antara

FOTO BERSAMA。 Paslon calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI雅加达berfoto bersama dengan版主usai mengikuti debat kedua di Hotel Bidakara,Jakarta,pada 27 Januari。 Foto oleh Hafidz Mubarak A / Antara

印度尼西亚雅加达 - Ketua Komisi Pemilihan Umum(KPU)DKI雅加达,Sumarno membeberkan skenario jika Pilkada akan dilakukan dua putaran。 Jika itu yang terjadi maka putaran kedua akan dilakukan pada bulan 2017年4月。

Tetapi,pelaksanaan putaran kedua baru akan dilakukan usai menunggu hasil Pilkada tanggal 15 Februari。

“Jika pada Pilkada 15 Februari mendatang tidak ada calon mendapatkan suara 50 persen lebih,maka akan dilaksanakan putara kedua pada(bulan)2017年4月,”ujar Sumarno di Makodam Jaya,Jalan Mayjend Sutoyo,Jakarta Timur,Senin,13 Februari。

Putaran kedua nanti hanya diikuti oleh dua pasangan calon yang mendapatkan suara terbanyak dalam perolehan suara 15 Februari mendatang。

“Jadi,hanya urutan satu dan dua yang memperoleh suara terbanyak yang ikut dalam putaran kedua,”kata dia。

Pelaksanaan putaran kedua masih belum dipastikan jika nantinya ada salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi(MK)。

“Kalau ada hal yang disengketakan oleh paslon terkait hasil pemungutan suara bisa dilakukan gugatan ke MK paling lama tiga hari setelah penetapan hasil penghitungan suara oleh KPU。 Kalau ada paslon yang mengajukan gugatan di MK,namun putaran kedua tetap digelar,maka putaran itu akan dilaksanakan pada Juni 2017,“tutur Sumarno yang menyebut jika tidak ada gugatan,maka putaran kedua bisa berlangsung pada 2017年4月19日。

Putaran kedua juga tidak akan terjadi jika salah satu pasangan cagub dan cawagub mendapatkan suara lebih dari 50 persen。

“Jika salah satu calon memperoleh suara lebih dari 50 persen,maka mereka ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih。 Tetapi,kalau tidak ada calon yang lebih dari 50 persen maka KPU DKI akan memutuskan ada putaran kedua yang diikuti oleh paslon peraih suara terbanyak pertama dan kedua,“kata Sumarno menjelaskan。

Tahapan rekapitulasi suara

Sementara,penghitungan suara dilakukan usai pemungutan suara selesai dilakukan。 Pembungutan suara dilaksanakan pada tanggal 15 Februari dimulai pukul 08:00 - 13:00 WIB。

“Penghitungan suara dilakukan setelah pukul 13:00 WIB,kemudian akan dicatat dan diadministrasikan ke dalam sertifikat penghitungan suara namanya form C1。 Selain sertifikat dan semuanya akan diberikan saksi paslon,beberapa pengawas TPS,Bawaslu,dan akan ditempelkan dan akan dikirimkan ke Kecamatan,“tutur Sumarno。

Sementara,penghitungan suara di tingkat Kecamatan akan dilakukan selama seminggu mulai tanggal 6-22 Februari。

“Tidak ada rekap di tingkat Kelurahan。 Kemudian,di tingkat kota(penghitungan)dilakukan pada tanggal 22-25 Februari dan 25-27 Februari。 Setelah itu KPU DKI akan menetapkan hasil perolehan suara dari Pilkada,“ujar Sumarno menjelaskan。 - Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。