Dua analisa berbeda soal pernyataan Ahok di Pulau Seribu

2019
05/21
09:05

威尼斯平台登录/ 国际/ Dua analisa berbeda soal pernyataan Ahok di Pulau Seribu

2017年2月13日下午6:37发布
2017年2月13日下午6:37更新

SAKSI AHLI。 Koordinator Ahli Tata Bahasa Neno Warisman(kiri)bersama bersama Ahli Tata Bahasa Universitas Mataram Mahyuni(kanan)berjalan seusai mengikuti sidang kasus dugaan penistaan​​ agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Senin,13 Februari。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

SAKSI AHLI。 Koordinator Ahli Tata Bahasa Neno Warisman(kiri)bersama bersama Ahli Tata Bahasa Universitas Mataram Mahyuni(kanan)berjalan seusai mengikuti sidang kasus dugaan penistaan​​ agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian,Jakarta,Senin,13 Februari。 Foto oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Saksi ahli bahasa dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama,Mahyuni,memberikan dua analisa berbeda terkait ucapan terdakwa Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama tentang surat al-Maidah ayat 51. Keterangan ini terlontar dari mulut Mahyuni saat memberikan keterangan di Auditorium Kementerian Pertanian ,Jakarta Selatan,pada Senin,2017年2月13日。

Keterangan pertama adalah saat ia diminta majelis hakim menjabarkan analisa dari pidato Ahok di Pulau Pramuka,Kepulauan Seribu,yang menjadi awal kasus ini。 Mahyuni mengaku pernyataan tersebut ia dengar lewat video yang dipertontonkan oleh penyidik。 Dia menggunakan metode analisis wacana kritis untuk menganalisa video pernyataan Ahok。

Menurut dia,dari pernyataan selama 13 detik itu,Ahok meyakini surat al-Maidah 51 sebagai alat kebohongan。

“Ketika pilihan kata digunakan,kita yakin yang bersangkutan meyakininya。 Secara mental,kalau saya bilang Anda dibohongi,berarti saya meyakini itu kebohongan ..,“kata dia。

Padahal,bagi umat Muslim,surat-surat al-Qur'an adalah suatu kebenaran。 “Iya begitu,karena sumber。 Jadi sumber itu kebenaran,lalu dia anggap bohong,“kata dia。

Menurut dia,tidak mungkin seseorang membuat suatu pernyataan bila tidak memiliki motivasi ataupun pengetahuan tentang hal tersebut sebelumnya。

Ahli bahasa dari Universitas Mataram ini juga menambahkan saat Ahok mengatakan kata'dibohongi'kemudian'dibodohi,'hal tersebut merupakan bentuk penekanan dari pernyataan sebelumnya。 Tak sampai di situ,saat hakim menanyakan apakah gubernur DKI Jakarta ini juga menyatakan al-Maidah sebagai'bohong,'Mahyuni membenarkan。

Terkait isu Pilkada DKI

Maksud kunjungan kerja Ahok di Pulau Seribu sebenarnya untuk menjelaskan soal program budidaya ikan di sana。 Namun,13 detik dari pernyataan Ahok justru keluar dari konteks tersebut。

“Topiknya adalah pada kampanye。 Seolah-olah dia yakin tidak akan dipilih,“kata dia。

Menurut Mahyuni,indikasi kampanye tampak jelas lantaran saat kunjungan kerja,Ahok masih menjabat Gubernur DKI Jakarta aktif yang juga akan ikut dalam bursa Pilkada DKI Jakarta 2017。

“Ini sangat berkaitan dengan siapa dia berbicara。 Kalau masyarakat biasa-biasa saja buat apa。 Tapi ini ada kaitannya,“kata dia。

Memang dalam pidato tersebut,kebanyakan dihadiri oleh nelayan dan sejumlah bawahan Ahok。

Analisa berubah

NODAI AGAMA? Gubernur Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dituding telah menodai agama Islam ketika melakukan kunjungan kerja di Pulau Seribu pada bulan 2016年9月。照片diambil dari屏幕截图视频pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu dan direkam oleh Pemprov DKI。

NODAI AGAMA? Gubernur Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama dituding telah menodai agama Islam ketika melakukan kunjungan kerja di Pulau Seribu pada bulan 2016年9月。照片diambil dari屏幕截图视频pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu dan direkam oleh Pemprov DKI。

Meski demikian,ada perubahan analisa saat kuasa hukum Ahok,Humphrey R. Djemat,meminta ia menganalisa pernyataan kliennya terkait al-Maidah 51 di buku'Merubah Indonesia。' Menurut dia,keterangan ini penting karena tulisan tersebut dapat merepresentasikan pernyataan di Kepulauan Seribu。

“Bagaimana penilaian Anda sebagai ahli?Karena Anda bilang yang tertulis bisa lebih dipertanggungjawabkan,”kata dia。

Awalnya,Mahyuni enggan memberikan analisa dengan dalih tidak berhubungan dengan kasus。 Namun,Hakim Ketua Budiarso Dwi Santiarto meloloskan permintaan Humphrey。 Mahyuni tetap berkelit sebelum akhirnya ia diperintahkan untuk membaca dan menganalisa。

Setelah selesai membaca halaman 40 buku'Merubah Indonesia',Mahyuni menjabarkan analisanya。

“Ini materi kampanye,serangan kepada pihak yang lain,”kata dia。

“Pada saat sudah baca ada tidak kata-kata ulama?” 坦尼娅汉弗莱。 Mahyuni menjawab tidak ada。

Saat ditanyakan kata apa yang mendampingi pernyataan Ahok,Mahyuni menjawab dengan'oknum elit。' Lebih dari itu,ia juga menambahkan tidak ada satupun kata-kata Ahok yang menyatakan Al-Maidah sebagai suatu kebohongan。

Humphrey menegaskan kalau memang niat Ahok bukanlah menodai agama,tetapi menyoroti peran politisi yang menggunakan al-Maidah untuk tujuan tertentu。

Atas keterangan ini,Humphrey dan Tim Advokasi Bhinneka Tunggal Ika menegaskan ada motif politik kental dari kasus yang menjerat Ahok ini。

“Bagi kita ini tidak terkait dugaan penistaan​​ agama,tetapi berkaitan dengan persaingan Pilkada DKI karena ada pihak yang takut kalah,”kata dia。

Meski demikian,Ketua Tim JPU Ali Mukartono mengatakan keterangan para saksi ahli justru membuktikan dakwaan jaksa。

“Bahwa rumusan yang dianggap sebagai penodaan agama dan penghinaan terhadap ulama kan ada kalimatnya。 Konteks kita tanyakan ahli dari sisi bahasa,nah itu ada sesuatu yang positif dari pembuktian dakwaan kami,“kata dia usai sidang。

Sebagai informasi,berikut isi tulisan Ahok terkait surat al-Maidah 51 di paragraf 3 halaman 40 buku'Merubah Indonesia:'

“Dari oknum elite yang berlindung di balik ayat suci agama Islam,mereka menggunakan Al-Maidah 51. Isinya,melarang rakyat menjadikan kaum Nasrani dan Yahudi menjadi pemimpin mereka,dengan tambahan jangan pernah memilih kafir jadi pemimpin.Intinya,mereka mengajak agar memilih pemimpin dari kaum seiman。“

Sementara,ini transkrip pidato Ahok di Pulau Pramuka pada 2016年9月27日lalu:

“Bapak ibu enggak bisa pilih saya,karena dibohongin pake surat Al-Maidah 51 macem-macem itu.Itu hak bapak ibu ya.Jadi kalau bapak ibu perasaan enggak bisa pilih nih,karena saya,takut masuk neraka,dibodohin gitu ya,enggak apa -apa.Karena ini kan hak pribadi bapak ibu。节目ini jalan saja.Jadi bapak ibu enggak usah merasa enggak enak,dalam nuraninya enggak bisa pilih Ahok。“ (BACA: bantah )

Sidang berakhir sekitar pukul 4 sore,di mana hanya ada 2 dari 4 saksi yang diperiksa。 Sebelum Mahyuni,Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Muhammad Amin Suma terlebih dahulu memberikan keterangan selaku ahli agama。

Dua saksi ahli lain,Abdul Chair Ramadhan dan Muzakkir berhalangan hadir lantaran masih di luar kota。 Sidang ditunda dan akan dilanjutkan lagi pada Selasa,21 Februari。 -Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。