Bareskrim tetapkan satu tersangka dalam kasus penyimpangan dana di Yayasan Justice for All

2019
05/21
03:14

威尼斯平台登录/ 国际/ Bareskrim tetapkan satu tersangka dalam kasus penyimpangan dana di Yayasan Justice for All

2017年2月14日上午11:33发布
2017年2月14日上午11:35更新

BANTAH MELANGGAR。 Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia(GNPF-MUI)Rizieq Shihab(kanan)bersama Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir(kedua kanan)dan Wakil Ketua GNPF-MUI Misbahul Anam(kedua kiri)memberi keterangan pers di Jakarta,Sabtu,5十一月。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

BANTAH MELANGGAR。 Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia(GNPF-MUI)Rizieq Shihab(kanan)bersama Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir(kedua kanan)dan Wakil Ketua GNPF-MUI Misbahul Anam(kedua kiri)memberi keterangan pers di Jakarta,Sabtu,5十一月。 Foto oleh Puspa Perwitasari / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pengusutan terhadap adanya penyimpangan dalam dana di Yayasan Keadilan untuk Semua(正义为所有)memasuki babak baru。 Pada Senin,13 Februari,Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan satu tersangka。

Menurut Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri,Brigjen Rikwanto,tersangka diketahui berinisial IA dari pihak perbankan。 Tetapi,Rikwanto tidak merinci dari bank mana IA berasal。

“Inisialnya betul IA,”ujar Rikwanto ketika dikonfirmasi pada Senin malam,13 Februari。

IA kata Rikwanto merupakan rekanan dari Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa(GNPF)MUI,Bachtiar Nasir。 Menurut Rikwanto,IA diminta mencairkan dana oleh Bachtiar。

Sementara,polisi masih belum memiliki bukti yang cukup untuk menetapkan Bachtiar sebagai tersangka。

“Kan masih di tahap penyidikan,”kata dia。

Polisi mulai menyelidiki GNPF-MUI,lantaran adanya indikasi penyimpangan dana yang dikumpulkan oleh Yayasan Keadilan untuk Semua(Justice for All)dalam aksi demonstrasi pada tanggal 2016年11月4日dan aksi 2 2016年12月.GNPF-MUI menjadi motor penggerak dalam kedua aksi besar itu。 Dana itu diduga dikumpulkan dari umat ke rekening yayasan。

“Kami tahu ada penghimpunan dana dari umat dan sedang dipastikan bahwa ada penyimpangan penggunaan dana itu。 Ini sedang kami proses,“ujar Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri,Brigjen Agung Setya seperti dikutip pada Rabu,8 Februari。

Dia menjelaskan dugaan itu tidak semata hanya asumsi,tetapi didukung oleh barang bukti yang dimiliki oleh penyidik。 Namun,dia menolak membeberkannya。

“Banyak(laporan)dari macam-macam。 Dari PPATK juga ada,tetapi bukti tidak boleh disampaikan,“kata dia。

Sementara,kuasa hukum Bachtiar,Kapitra Ampera mengaku kliennya tidak terkait dengan Yayasan Keadilan untuk Semua。 Bachtiar,kata Kapitra,bukan pendiri,pembina atau pengawas yayasan。 - Rappler.com

免责声明:本文来自威尼斯平台登录新闻客户端自媒体,不代表威尼斯平台登录的观点和立场。